Lionel Messi Menangis

Kalah Dari Liverpool, Messi Menangis dan Berselisih dengan Suporter

Lionel Messi Menangis

Kegagalan Barcelona dalam melawan Liverpool ternyata menjadikan Lionel Messi terpuruk. Sang pesepakbola dunia di klub Liga Spanyol tersebut disebut-sebut menangis dan merasa terpukul di ruang ganti. Selain itu, dia juga harus bertemu dengan fans yang mengaku kecewa dengan penampilan mereka di bandara.

Unggul tiga gol pada babak semifinal di laga putaran awal ternyata tidak berhasil membawa Barcelona menuju babak final Liga Champions musim ini. Menjalani laga tandang ke Anfield melawan Liverpool dalam putaran kedua mereka, Lionel Messi cs harus merasakan kekalahan atas The Reds setelah takluk 0-4 (agregat 3-4).

Hasil buruk tersebut semakin membuat Barcelona terpuruk karena ini merupakan kedua kalinya mereka harus memutus harapan mencapai final di Liga Champions dengan cara yang sama. Di musim yang lalu, Blaugrana kalah melawan AS Roma di babak perempatfinal setelah mencatatkan skor 4-1 pada putaran awal (agregat 4-4).

Setelah peluit tanda laga usai dibunyikan, Lionel Messi tertunduk dan terlihat sedih saat meninggalkan lapangan menuju koridor stadion. Beberapa media meliput jika ofisial tim berupaya memberikan semangat padanya di ruang ganti timnya, namun sepertinya sang penyerang tidak kuasa menahan air matanya.

Lionel Messi Menangis

Pemain berumur 31 tahun tersebut kemudian melaksanakan tes anti-doping acak UEFA, yang malah membuat tertinggal dari bus tim Barcelona ke Bandara John Lennon. Hal tersebut membuatnya harus berangkat sendiri ke bandara dengan sebuah mobil. Menyelesaikan urusannya di kota tersebut, Messi malah mendapat kejadian yang kurang menyenangkan saat hendak bergabung dengan timnya di bandara.

Pesepakbola dunia terbaik dunia sebanyak lima kali tersebut malah terlibat perselisihan dengan beberapa penggemar Barcelona yang keccewa karena kekalahan mereka. Untungnya, asisten pribadi dan bodyguard Messi, Pepe Costa, dapat meredakan masalah ini karena kondisi Messi yang kurang stabil membuatnya bisa terbakar amarah.

Kekalahan Barcelona tersebut sekaligus memperpanjang kegagalan mereka meraih gelar juara Liga Champions musim ini. Terakhir kali tim ini meraih juara pada musim 2014/15. Selain itu, kesempatan mencatatkan treble gelar akhirnya harus pupus karena mereka hanya berhasil mencatatkan gelar juara LaLiga dan menuju babak final Copa del Rey pada musim ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *